
FEB-Unidha. Malang – Sebagai implementasi lanjutan dari kerja sama akademik yang telah terjalin melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wisnuwardhana (UNIDHA) Malang bersama STIEKOP Malang menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penelitian pada 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.
FGD penelitian tersebut mengangkat topik “E-Word of Mouth (E-WOM) dan Minat Beli Memediasi Pengaruh Pemasaran Digital terhadap Keputusan Pembelian Produk Skincare”, sebuah tema yang relevan dengan perkembangan industri kecantikan dan transformasi perilaku konsumen di era digital. Kegiatan dihadiri oleh dosen peneliti dari kedua institusi yang secara aktif berdiskusi mengenai rancangan penelitian, metodologi, variabel penelitian, hingga potensi kontribusi hasil riset terhadap pengembangan ilmu manajemen pemasaran.
Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, para peserta menyoroti semakin besarnya pengaruh pemasaran digital melalui media sosial, marketplace, dan berbagai platform online terhadap keputusan pembelian konsumen. Selain itu, Electronic Word of Mouth (E-WOM) atau ulasan dan rekomendasi yang disampaikan secara digital dinilai memiliki peran penting dalam membentuk persepsi konsumen serta meningkatkan minat beli terhadap produk skincare.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wisnuwardhana Malang, Dr. M. Taufiq Noor Rokhman, S.E., A.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan FGD penelitian merupakan wadah yang strategis untuk memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas luaran penelitian dosen.
“Kolaborasi penelitian antarperguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia industri. Melalui FGD ini, kami berharap dapat menghasilkan penelitian yang tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga rekomendasi praktis bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi pemasaran digital yang efektif,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan tim peneliti dari STIEKOP Malang menegaskan bahwa tren digitalisasi telah mengubah pola interaksi antara perusahaan dan konsumen. Oleh karena itu, penelitian mengenai peran E-WOM dan minat beli menjadi penting untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen, khususnya pada sektor produk kecantikan yang terus berkembang.
Selain membahas aspek akademik, FGD juga menjadi sarana pertukaran gagasan dan pengalaman penelitian antar dosen dari kedua perguruan tinggi. Melalui kolaborasi ini, diharapkan akan lahir berbagai publikasi ilmiah bersama, penelitian kolaboratif, serta inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Kegiatan FGD Penelitian FEB UNIDHA Malang dan STIEKOP Malang ini menunjukkan komitmen kedua institusi dalam memperkuat sinergi akademik melalui penelitian yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata di masyarakat. Hasil penelitian yang sedang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pemasaran digital sekaligus menjadi referensi bagi pelaku industri dalam memahami perilaku konsumen di era ekonomi digital. (eyf-red)
