FGD PENGABDIAN MASYARAKAT FEB UNIDHA DAN STIEKOP MALANG BAHAS PENGEMBANGAN BISNIS SYARIAH DI KAWASAN WISATA RELIGI SUNAN AMPEL

FEB-Unidha. Malang – Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wisnuwardhana (UNIDHA) Malang dengan STIEKOP Malang, kedua institusi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Pengenalan Konsep Bisnis Berbasis Syariah di Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel” pada 5 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

FGD yang berlangsung di lingkungan FEB UNIDHA Malang tersebut melibatkan dosen dari kedua perguruan tinggi untuk merumuskan program pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya para pelaku usaha yang berada di kawasan wisata religi Sunan Ampel, Surabaya. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga membutuhkan penguatan pemahaman mengenai praktik bisnis yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para peserta membahas berbagai strategi pendampingan masyarakat, mulai dari pengelolaan usaha berbasis syariah, penguatan literasi keuangan syariah, hingga peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam pada aktivitas bisnis sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing sekaligus menjaga nilai-nilai etika dan keberlanjutan dalam menjalankan usahanya.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wisnuwardhana Malang, Dr. M. Taufiq Noor Rokhman, S.E., A.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama yang telah disepakati bersama.

“Penandatanganan MoU dan MoA harus diikuti dengan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Melalui FGD ini, kami merancang kegiatan pengabdian yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi pengembangan ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan wisata religi Sunan Ampel,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua STIEKOP Malang, Dita Rachmawati, S.H., S.E., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan program pengabdian yang berdampak luas.

“Kolaborasi ini menjadi sarana untuk menggabungkan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki masing-masing institusi. Kami berharap program yang akan dilaksanakan nantinya dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bisnis syariah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui FGD ini, FEB Universitas Wisnuwardhana Malang dan STIEKOP Malang menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan lapangan. Hasil diskusi akan menjadi dasar penyusunan program pengabdian yang akan dilaksanakan secara kolaboratif, sehingga manfaat kerja sama tidak hanya dirasakan oleh kedua institusi, tetapi juga oleh masyarakat sebagai penerima manfaat utama.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antarperguruan tinggi dapat menghasilkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkelanjutan dan berdampak positif. (eyf-red)

 

Categories: Berita